Keberhasilan pendampingan membutuhkan pembagian peran yang jelas. Ketidakjelasan peran dapat menyebabkan proposal sepenuhnya dikuasai pendamping, akun tidak dimiliki komunitas, atau kelompok tidak memahami kewajibannya setelah memperoleh dana.
Peran PATTIRO
PATTIRO berperan sebagai fasilitator informasi dan penguatan kapasitas. Peran tersebut mencakup:
1. Menyediakan informasi
PATTIRO menyebarkan informasi mengenai peluang pendanaan, jadwal, persyaratan, tema program, kategori penerima, dan mekanisme pengajuan.
Penyediaan informasi penting karena tidak semua komunitas mempunyai akses langsung terhadap kanal resmi atau mampu memahami bahasa teknis program.
2. Menerjemahkan ketentuan teknis
Petunjuk program sering menggunakan istilah administratif dan teknis. PATTIRO membantu menjelaskannya dalam bahasa yang lebih mudah dipahami tanpa mengubah substansi ketentuan.
Contohnya adalah menjelaskan perbedaan antara:
- tema, subtema, dan jenis kegiatan;
- kegiatan, output, dan outcome;
- profil kelompok dan proposal;
- RAB dan realisasi anggaran;
- dokumen wajib dan dokumen penguat.
3. Meningkatkan kapasitas
PATTIRO membantu komunitas meningkatkan kemampuan dalam:
- mengidentifikasi masalah;
- menyusun gagasan program;
- membuat proposal;
- menyusun RAB;
- menyiapkan dokumen;
- menggunakan sistem digital;
- memahami tanggung jawab penerima.
4. Memfasilitasi proses belajar
Pendampingan tidak hanya memberikan jawaban. PATTIRO menggunakan diskusi dan coaching clinic agar kelompok memahami alasan di balik setiap perbaikan.
5. Memberikan masukan terhadap usulan
PATTIRO dapat memberikan masukan mengenai kejelasan masalah, kesesuaian tema, kelayakan target, konsistensi kegiatan dengan RAB, risiko, partisipasi, dan keberlanjutan.
Masukan tersebut bukan keputusan akhir. Komunitas tetap menentukan isi dan menerima tanggung jawab atas usulan.
6. Mendokumentasikan pembelajaran
Pengalaman kelompok digunakan untuk mengidentifikasi praktik baik, tantangan, dan kebutuhan perbaikan kebijakan.